Menu Tutup

Masih Simpang Siur Penyebab Pengawas Proyek SPPG di Bayan MD

WASP76NEWS.COM|||Purworejo – Seorang pria yang diketahui sebagai pengawas proyek pembangunan SPPG Yayasan Khoirul Umah di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Lokasi Proyek SPPG Bayan

Peristiwa tersebut terjadi di lokasi proyek yang berada di jalur utama Jalan Raya Purworejo–Kutoarjo. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menjadi tanda tanya, menyusul adanya perbedaan keterangan dari sejumlah pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga meninggal akibat sengatan listrik saat berada di area pembangunan. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan rekan korban yang mengantarkannya ke rumah sakit.

Menurut bagian kendaraan di RS Palang Biru Kutoarjo, membenarkan bahwa dirinya mengantar jenazah korban ke Madiun. Ia menyebut, korban dibawa ke rumah sakit oleh rekannya dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Menurut keterangan teman korban, korban meninggal karena kesetrum. Saya mengantar jenazah pada Selasa malam sekitar pukul 12 malam dan tiba di Madiun pada Rabu pagi sekitar pukul 3 pagi,” jelas Eko.

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh M, yang disebut sebagai pihak pencari lokasi proyek SPPG yayasan tersebut. Ia menyatakan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung.

“Dari informasi orang tua korban, yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bayan, Arwan Setianto, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa tidak menerima pemberitahuan resmi terkait aktivitas pembangunan proyek tersebut sejak awal.

“Sepengetahuan kami, sejak awal pembangunan tidak ada tembusan atau kulonuwun ke pemerintah desa. Termasuk terkait adanya kejadian korban meninggal, juga tidak ada pemberitahuan,” kata Arwan.

Ia menambahkan, informasi yang diterima dari warga menyebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB pada Selasa malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kematian korban maupun status legalitas proyek pembangunan tersebut.

Peristiwa ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, baik terkait aspek keselamatan kerja di lokasi proyek maupun transparansi pihak pengelola pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *