WASP76NEWS.COM||Magelang – Kabupaten Magelang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan Sapta Cipta Bupati Grengseng Pamuji, khususnya pada Sapta Cipta ke-7, yaitu “Lestari Alame”.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, komitmen tersebut direalisasikan dengan berbagai upaya konservasi sumber daya air, salah satunya melalui kegiatan Sekolah Air Hujan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Hukum Adat serta Kearifan Lokal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20, 22, dan 29 Oktober 2025 di Aula Kalpataru, dan diikuti oleh peserta dari 30 desa yang terdiri atas perangkat desa serta komunitas Jogo Tuk, yang selama ini aktif menjaga sumber-sumber mata air di wilayah mereka.
Acara ini juga dihadiri oleh para anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, di antaranya Islahudin, Indra Kurniawan, Erni Damayanti, dan Zainal Mahfud. Dalam kesempatan tersebut, para anggota dewan mengapresiasi komitmen masyarakat desa yang terus berupaya menjaga dan mengelola lingkungan, terutama dalam hal pelestarian sumber daya air.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Sarifudin, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
> “Pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pengelolaan sumber daya air harus menjadi bagian dari perilaku hidup yang baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan Sekolah Air Hujan, hadir narasumber dari Sekolah Air Hujan Banyu Bening Yogyakarta, Sri Wahyuningsih, yang memaparkan konsep 5M dalam pengelolaan air hujan, yaitu Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri.
Ia juga memperkenalkan inovasi ISLAH, singkatan dari Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan, yaitu teknologi penampungan air hujan yang telah melalui tiga tahap filtrasi sebelum disimpan dalam lumbung air. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan teknologi elektrolisis air hujan, yakni metode pemecahan partikel air untuk menghasilkan air dengan kualitas lebih murni dan sehat.
Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan uji langsung kualitas air hujan menggunakan alat TDS tester, yang menunjukkan bahwa air hujan relatif lebih bersih dibandingkan air tanah yang kini banyak mengandung kontaminan. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat memahami potensi air hujan sebagai sumber air sehat dan ramah lingkungan.
Selain edukasi teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya kolaborasi dalam pelestarian lingkungan. Anggota DPRD Kabupaten Magelang, Erni Damayanti, menegaskan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dari visi Kabupaten Magelang untuk mewujudkan daerah yang berdaya, lestari, dan berkeadilan ekologis, sejalan dengan prinsip Sapta Cipta ke-7 Lestari Alame.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang berharap program Sekolah Air Hujan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan air hujan dan melestarikan sumber daya alam demi generasi mendatang.
Kontributor ; Ainaya Nurfadila
Editor&publisher: Mahmudi