Menu Tutup

Objek Hilang, Tetap Bayar SPPT, Bagaimana Perhatian Pemerintah Kabupaten Purworejo

WASP76NEWS.COM||Purworejo – Abrasi Sungai Bedono di Desa Tepus Wetan, Kecamatan Kutoarjo, Jawa Tengah tak lagi bisa dianggap bencana biasa. Ini adalah tragedi yang dibiarkan terjadi.

Di sepanjang RW 01 hingga RW 04, tanah terus tergerus tanpa ampun. Rumah warga lenyap satu per satu, makam ikut tersapu arus, sementara jeritan warga seperti tak pernah didengar.

Sedikitnya empat rumah hilang. Bukan rusak,tapi benar-benar lenyap dari tanahnya. Kuburan warga pun ikut hanyut, menghapus jejak yang seharusnya dihormati.

Lebih memilukan lagi kisah Mbah Ngadisi (76 th) dua kali rumahnya hilang ditelan abrasi, tanpa pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah.

“Sudah dua kali rumah saya hilang, tahun 1981 lalu 1985 hanyut lagi, tidak ada bantuan sama sekali,” ungkapnya.

Belum berhenti di situ, tanah yang sudah berubah menjadi bantaran sungai tetap dikenai pajak.

“Tanah sudah hilang, tapi SPPT tetap kami bayar,” keluhnya.

Hal ini juga di derita Wahyuningsih, warga RT 02/RW 03, antara cemas dan pasrah melihat sumber penghidupannya di ujung kehancuran.

“Tempat usaha saya hampir hilang karena tanah terus terkikis arus sungai,” ujarnya ke Awak media Sabtu 18 April 2026 dengan nada cemas.

Abrasi ini bukan kejadian kemarin sore. Sudah berlangsung bertahun-tahun, namun hingga hari ini, belum terlihat langkah konkret yang mampu menghentikan kerusakan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Desa Tepus Wetan hanya akan tinggal nama, hilang ditelan Sungai Bedono, bersama diamnya para pengambil kebijakan. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *