Menu Tutup

WASP76NEWS.COM||Sumatera Barat – Di tengah kondisi banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, tim LMI Rescue bersama Ustadz Derry dan Willie Salim bergerak cepat menyalurkan ratusan paket bantuan untuk warga terdampak di Padang Panjang, Kota Padang, hingga Solok.

Bantuan pertama didistribusikan ke wilayah Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, salah satu titik paling terdampak bencana. Seusai melakukan droping bantuan di Padang Panjang, tim langsung mempercepat pergerakan menuju wilayah Solok, Sumatera Barat.

Ketua RNPB Laznas LMI, Irawan, menjelaskan bahwa paket bantuan yang dibawa terdiri dari kebutuhan pokok dan perlengkapan harian untuk para penyintas.

“Paket sembako berisi minyak sayur, gula, kopi, mie instan, kebutuhan mandi, terigu, susu, sarden, pembalut, roti, pampers, hingga air kemasan kami berikan untuk setiap keluarga terdampak,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turut mendampingi tim LMI melihat langsung kondisi terbaru di Kota Padang pasca bencana. Ia menjelaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor bermula dari hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur kota sejak 19 November 2025.

Puncak bencana terjadi pada Kamis, 27 November 2025 pukul 11.55 WIB, saat longsor dan banjir bandang menerjang Jembatan Kembar Silaing dan permukiman warga di Silaing Bawah.

Hingga kini, tercatat pengungsi : ±197 orang, korban meninggal : 35 orang, belum ditemukan : 19 orang dari Silaing Bawah, serta 14 orang dari luar Padang Panjang, kerusakan rumah rusak berat : 18 unit rusak sedang: 16 unit, rusak ringan : 196 unit rumah hanyut : 23 unit.

Sejumlah akses vital juga terputus, termasuk jalan menuju Padang–Bukittinggi dan akses jalan di Kelurahan Koto Katiak yang tertutup material longsor.

“Tim gabungan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban. Pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang untuk para pengungsi terus kami suplai. Kendala di lapangan cukup berat, mulai dari medan terjal hingga debit air sungai yang masih tinggi,” jelas Maigus.

Disaster Officer Responses LMI, Susanto, menegaskan komitmen timnya dalam memastikan bantuan sampai kepada warga yang paling membutuhkan.

“Kami akan terus mengupdate perkembangan terbaru di lapangan. Sesungguhnya pertolongan dari kita adalah harapan bagi mereka,” ujarnya.

“Musibah adalah ujian, dan beramal adalah jalan meraih keberkahan. Mari salurkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak.”

Dengan koordinasi yang solid bersama relawan lokal dan pemerintah daerah, LMI Rescue memastikan bahwa harapan tetap hadir di tengah duka para penyintas bencana di Sumatera Barat. ( Mahmudi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *