Menu Tutup

215 Desa Belum Teraliri Listrik, BSI dan Laznas LMI Lakukan Program Panel Surya Terangi Masjid di NTT

WASP76NEWS.COM||NTT – Listrik adalah kebutuhan dasar dan primer bagi warga di pelosok. Akses terhadap listrik membawa perubahan nyata, memungkinkan aktivitas produktif seperti beribadah, menjahit, belajar tanpa batasan waktu, dan penggunaan perangkat elektronik sehari-hari. Rabu, 19/11/2025.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), BSI Maslahat dan Laznas LMI terus berkomitmen dalam program SDGs salah satu bukti nyata dengan menyerahkan bantuan panel surya untuk Masjid Baiturrahman yang ada Desa Nanga Kantor, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini merupakan bagian dari program Masjid tanpa listrik di pelosok negeri.

Bantuan Panel surya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menyediakan energi bersih dan terjangkau (SDG 7) serta mengurangi emisi karbon untuk menangani perubahan iklim (SDG 13). Selain itu, panel surya juga berkontribusi pada industri, inovasi, dan infrastruktur yang berkelanjutan (SDG 9), kota dan masyarakat berkelanjutan (SDG 11), serta produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12).

Yanuar Widi Prianto, Direktur Program LMI, menjelaskan bahwa tim berangkat menuju Pulau Flores melalui Jalur Udara pada hari Minggu Pagi hari.

“Setelah melalui perjalanan udara, darat, dan Laut yang melelahkan selama 1 Hari Lebih, alhamdulillah tim sampai di Desa Nanga Kantor pada hari Senin Siang dengan disambut antusias oleh warga setempat. Lalu besoknya di hari Selasa Pagi tim mulai proses instalasi panel Surya yang di kerjakan secara Gotong Royong oleh masyarakat Nanga Kantor” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Berdasarkan data yang dirilis akhir tahun 2023, masih ada 215 desa di NTT yang belum teraliri listrik sehingga aktivitas masyarakat sehari-hari menjadi terganggu termasuk aktivitas ibadah di Masjid.

“Oleh karena itu, Laznas LMI mencoba hadir untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah tersebut dengan menghadirkan listrik ramah lingkungan yang berasal dari energi terbarukan.” katanya menjelaskan.

Simbolisasi awal bantuan ini diserahkan langsung oleh Zulkarnaen Majid selaku project leader dalam ekspedisi Indonesia Timur ini dan diterima oleh Bapak Achmad Mustofa, Imam Masjid Baiturrahman yang menjadi salah satu penerima bantuan panel surya.

Sekarang ini Achmad Mustofa tidak lagi khawatir ketika malam tiba mau beribadah dan ingin melanjutkan membuat keranjang anyaman, dan tidak lagi khawatir jangkauan radius suara adzan yang kecil, dan lain sebagainya.

“Terima kasih untuk BSI dan LMI, alhamdulillah sudah sangat membantu kami. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikan dari para donatur,”pungkasnya.

( Mahmudi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *