Menu Tutup

Lama dilarang Truk Sumbu Tiga kembali melintas jalan Magelang, Begini Tanggapan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo

WASP76NEWS.COM|| Purworejo – Setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 11 guru SDIT As Syafiiyah Truck Tronton sumbu tiga dilarang melintasi jalur Purworejo Magelang untuk mencegah kecelakaan yang sama.

Hanya beberapa bulan sejak kejadian tersebut Truck Tronton besar kembali melintas jalur maut Purworejo Magelang malam dan siang. Hal ini menimbulkan kecurigaan masyarakat bahwa larangan bagi truck besar cuma akal-akalan setelah kecelakaan viral.

Menanggapi hal tersebut Direktur Purworejo Lawyer Club Emha Saiful Mujab mengatakan dibukanya kembali jalur Purworejo Magelang untuk truck besar sumbu tiga sangat disayangkan. Masyarakat merasa khawatir kejadian seperti laka Kalijambe terulang. Apalagi fasilitas jalur darurat dan pelebaran yang dijanjikan di titik rawan belum direalisasi.

Sementara itu, menurut kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo Agus Widiyanto, S.IP., M.Si menyampaikan,”Pasca kecelakaan beberapa waktu yang lalu komitmen kami nggak hanya saja dari dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Polres Purworejo dan Dinas Perhubungan Provinsi itu sudah memasang rambu-rambu, banyak rambut juga dan himbauan menyampaikan bahwa kita melarang apa truk yang sembu 3 itu melintas dengan pertimbangan bahwa takut kejadian seperti kemarin itu terjadi lagi, ada rem yang nyeplos, blong dan sebagainya”.Senin, 03/11/2025.

Memang tindak lanjut pasca kecelakaan itu dari Provinsi akan membuat jalur penyelamat di daerah Kalijambe tetapi, dianggaran 2025 ini, informasi dari Dinas perhubungan Provinsi Jawa Tengah baru bisa melaksanakan pengadaan tanah ya dulu, dan proses selanjutnya di anggaran 2026.

“Nggak kurang-kurang sebenarnya beberapa himbauan termasuk yang apa Simpang tiga monumen itu, sudah tertulis ada ada di bawah di sana untuk kendaraan sumbu 3 jangan lewat Kalijambe, tapi berputar untuk keselamatan semua, bahkan informasi dari Lantas sendiri bahwa personilnya ada yang ditempatkan di perbatasan Magelang – Purworejo satu atau dua orang itu di sana untuk memantau teruk dengan sumbu 3 tidak bisa lewat,” tambah Agus.

Dan sampai saat ini kita menghimbau untuk truk sumbu 3 untuk tidak lewat sana, jadi memutar, terkait ada beberapa truk yang lewat mungkin karena memanfaatkan situasi ketika pas yang jaga tidak ada.

“Himbauan kami untuk para pengemudi truk sumbu 3 kalau bisa memutar, jangan lewat Kalijambe memang kondisi geografisnya memang seperti itu, Insya Allah di tahun 2026 dengan sudah ada tindak lanjut oleh Dinas Perhubungan Provinsi,” pungkas Agus.

Suranto, S.Sos., M.P.A Asisten 2 Bupati Purworejo ketika dihubungi melalui WhatsApp menyampaikan,” beberapa saat lalu kita mengadakan rapat forum lalulintas di Dinas Perhubungan Purworejo ditanyakan proses pembuatan jalur darurat sampai sejauh mana, dan dari provinsi menyampaikan masih pengadaan tanahnya karena harus membebaskan lahan”.

Hasil rapat di forum lalulintas ini kita dari kabupaten Purworejo menyurat lagi ke Pak Gubernur CQ Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Provinsi bahwa jalur darurat tersebut menjadi prioritas. Dengan harapan tahun 2026 jalur penyelamatan bisa terealisasi.

( Redaksi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *