Menu Tutup

Aroma Busuk Bisnis Solar Ilegal, Truk PT Bima Perkasa Jadi Bukti

WASP76NEWS.COM||Tulungagung – Dugaan praktik bisnis solar ilegal kembali menyeruak ke permukaan. Kali ini, nama PT Bima Perkasa terseret dalam pusaran kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah truk tangki milik PT Bima Perkasa kerap terlihat keluar masuk depo BBM dengan membawa solar bersubsidi dalam jumlah besar. Ironisnya, truk-truk tersebut diduga mengedarkan solar ke sejumlah industri tanpa izin niaga, dengan dalih membawa “muatan proyek”.

Seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengaku, dirinya hanya diperintah untuk mengirim solar ke lokasi yang sudah ditentukan. “Kami cuma sopir, disuruh antar saja. Katanya ini solar proyek, tapi saya tahu itu solar subsidi karena harganya jauh di bawah pasar,” ujarnya.

Nama Edi Macan sempat ikut terseret dalam kasus ini lantaran digunakan sebagai tameng oleh oknum dalam jaringan tersebut. Namun, Edi Macan dengan tegas membantah keterlibatannya. “Nama saya dipakai tanpa izin. Saya tidak punya urusan dengan bisnis solar ilegal. Kalau benar ada yang memakai nama saya, saya minta aparat segera bertindak,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas bongkar muat solar kerap dilakukan pada malam hari untuk menghindari sorotan publik. Beberapa truk diduga memodifikasi tangki untuk mengelabui aparat, sementara dokumen pengiriman diduga dipalsukan agar terlihat sah secara administratif.

Praktik ini jelas melanggar aturan pemerintah tentang pendistribusian BBM bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Selain merugikan negara, praktik ini juga mencederai keadilan sosial, karena subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru dikuasai oleh segelintir pihak.

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari Pertamina, Kepolisian, dan instansi terkait untuk menelusuri jejak bisnis kotor ini. Apakah benar truk PT Bima Perkasa hanya dijadikan alat oleh oknum internal, atau justru ada permainan terstruktur di balik layar?

Sementara itu, dugaan keterlibatan pihak-pihak lain masih terus dikembangkan. Satu hal yang pasti, aroma busuk bisnis solar ilegal ini semakin menyengat, dan publik menuntut transparansi serta tindakan nyata dari aparat penegak hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *