PURWOREJO -Antusias dan semangat terpancar dari 11 peserta lomba dalam Festival Hadroh dalam rangka Harlah ke-23 MTs Ma’arif NU Tegalsari. Perlombaan yang berlangsung pada Rabu (28/02/2024).
Kegiatan tingkat Muslimat-Fatayat NU secara simbolis di buka oleh Kepala MTs Ma’arif NU Tegalsari, Ahmad Isroi, S. Pd.I. Dalam sambutannya Isroi menyebut, bahwa peringatan Harlah diadakan supaya kita ingat akan sejarah dan pencapaian.
“Lembaga ini milik masyarakat, dan kami berharap bisa memberi kemaslahatan untuk masyarakat, kami sadar betul lembaga ini berdiri dibawah naungan NU, untuk itu kami bertekad untuk ikut memajukan “ngurip-urip” semua elemen di Organisasi NU termasuk Muslimat-Fatayat sebagai wujud cinta dan dedikasi kami kepada NU”.
Setelah melalui proses penjurian yang ketat, grup Hadroh Roudhotul Jannah Kaliandong Brunosari berhasil mendapat juara 1. Sementara juara 2 dan 3 berhasil diraih oleh grup Hadroh Munayyah Al Muslimah Cepedak dan grup Hadroh Nuril Iman Puspo.

Pada hari sebelumnya Selasa (27/02/2024), Festival Tari Kreasi yang diikuti oleh siswa SD/MI di kecamatan Bruno telah lebih dulu dilaksanakan.
Dalam kegiatan ini menampilkan tarian Saman dengan kompak dan sentuhan kreasi yang unik MI NU Blimbing berhasil menyabet juara 1.
“ Kami berharap akan lebih banyak lembaga pendidikan Islam yang memandang islam secara makro, menganggap kesenian adalah sebagian dari syiar Islam yang menghibur, terima kasih MTs Ma’arif NU Tegalsari, semoga semakin jaya dan banyak siswanya,” Ujar Watio Sakti, S.Pd.IKepala MI NU Blimbing.
Penampilan yang tidak kalah kretif juga ditampilkan oleh SD N Teges yang berhasil meraih juara 2, dan MI NU Watuduwur yang meraih Juara 3.
Kekreatifan para siswa MTs Ma’arif NU Tegalsari dalam mengadakan bazar makanan dan minuman pada saat perlombaan berlangsung. Kreasi dan Inovasi makanan dan minuman yang di jual banyak menyita perhatian peserta lomba dan pengunjung. Terbukti semua dagangan yang dijajakan di stand-stand bazarludes nyaris tidak tersisa.
“Alhamdulillah kegiatan bazar mendapat respon positif dari pengunjung, bazar ini kami adakan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” pungkas Rafiq Ridho Humas MTs Ma’arif NU Tegalsari.
Akhir dari run-down acara peringatan Harlah ditutup dengan Tasyakuran dan Penyuluhan Kenakalan Remaja di Era Informatik yang diikuti oleh seluruh siswa, guru serta Komite Madrasah.

Turut hadir sebagai undangan, Subsi Bimkemas & PA LPKA Kelas 1 Kutoarjo, diharapkan kegiatan penyuluhan inimenjadi upaya pencegahan dini kenakalan remaja.
“Kami mendatangkan langsung petugas Lapas Anak, agar memberi gambaran tentang konsekuensi dari tindak kenakalan atau pelanggaran yang dilakukan oleh usia anak bahwa ada hukum dan penjara khusus untuk anak, tidak hanya untuk orang dewasa,” jelas Ahmad Isroi Kepala MTs Ma’arif NU Tegalsari.
Dedy Winarto Kepala Subsi Bimkemas & PA LPKA Kelas 1 Kutoarjo, menyampaikan bahwa di Lapas Kutoarjo saat ini terdapat 130 tahanan, dua kali lipat dari dari daya tampung Lapas yang harusnya untuk 65 tahanan. Hal ini menjadi warning bahwa angka kenakalan yang berujung kriminalitas di usia anak sangatlah tinggi. Untuk itu kegiatan pencegahan sangat perlu dilakukan.
“Kami sangat mengapresiasi MTs Ma’arif NU Tegalsari yang berinisitif mengundang kami untuk melakukan penyuluhan, biasanya kami mengadakan penyuluhan di tingkat SMA/SMK dan Kampus,” ujar Dedy Winarto,S.Pt,M.Si.
Setelah sesi tanya jawab dengan siswa, Ahmad Isroi Kepala MTs Ma’arif NU Tegalsari juga menyampaikan bahwa setelah ini akan ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan LPKA Kelas 1 Kutoarjo, dan selanjutnya akan diadakan kunjungan siswayang terdeteksi melakukan kenakalan untuk simulasi menjadi Tahanan di LPKA Kelas 1 Kutoarjo.