WASP76NEWS.COM|| PURWOREJO — Musrenbang sudah menjadi jalur resmi menyampaikan kebutuhan pembangunan. Namun ketika usulan belum kunjung terealisasi, warga RT 01 RW 09 Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, memilih mengambil jalan sendiri: patungan tenaga dan material, lalu memperbaiki jalan setapak yang rusak.
Puluhan warga bergotong royong memperbaiki akses jalan tersebut, Minggu (6/9/2026). Jalan yang disebut telah rusak sekitar dua tahun itu sebelumnya telah diajukan melalui Musrenbang Kelurahan Baledono, tetapi belum terealisasi.

Ketua RT 01 RW 09, Sri Haryanto, mengatakan perbaikan dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses yang kerap digunakan warga dan kondisinya semakin memprihatinkan.
“Ini murni dari warga RT 01. Ada yang menyumbang pasir satu colt, semen 10 sak, dan lainnya. Semua swadaya warga, baik tenaga maupun material,” ujarnya.
Bagi warga, menunggu pembangunan bukan berarti harus membiarkan kerusakan terus berlangsung. Mereka memilih bergerak dengan kemampuan yang ada.
Bahkan, kerja bakti tersebut melibatkan berbagai usia. Orang tua, remaja hingga anak-anak ikut mengambil bagian. Anak-anak tampak membantu membawa ember dari adukan semen yang sudah kosong
Amin, warga RT 01, menyebut kondisi jalan sebelumnya cukup membahayakan pengguna. “Alhamdulillah ada inisiatif dari seluruh warga sehingga jalan ini bisa mulai diperbaiki. Semoga segera selesai dan bisa dinikmati warga,” katanya.

Ketua RW 09, Muzyamil, turut mengapresiasi kekompakan warga. Ia menegaskan perbaikan tersebut dilakukan secara mandiri dan berharap ke depan perhatian pemerintah kelurahan terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah RW 09 dapat ditingkatkan.
Sementara itu, Lurah Baledono Tsabit Taqiyyuddin, S.Tr.IP. saat dikonfirmasi pada, Senin (7/9/2026) membenarkan bahwa jalan tersebut telah diajukan melalui Musrenbang. Ia sekaligus mengapresiasi inisiatif warga yang melakukan perbaikan secara swadaya.
“Alhamdulillah, matur nuwun atas kekompakan warga dan semangatnya. Memang sudah diajukan lewat Musrenbang. Tidak hanya satu usulan, tetapi banyak usulan dari semua RT dan RW,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat pula sejumlah usulan yang telah disampaikan sejak empat hingga lima tahun lalu. Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah kelurahan tidak dapat merealisasikan seluruh usulan sekaligus.
“Dengan ketersediaan anggaran yang ada, menyesuaikan kekuatan anggaran, tidak semua bisa diakomodir. Usulan akan difilter dan dipilih melalui Musrenbang,” katanya.
Penentuan prioritas, lanjutnya, mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain skala prioritas, tingkat urgensi dan jumlah penerima manfaat. Proses tersebut dibahas melalui Musrenbang yang dipimpin LPMK dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait.
Terkait kerja bakti warga, Lurah Baledono memberikan apresiasi. “Pemerintah kelurahan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semangat gotong royongnya. Luar biasa atas kerelaan dan keikhlasan warga masyarakat,” pungkasnya.
Warga sudah bergerak dengan semen, pasir dan tenaga. Kini harapannya sederhana: jangan sampai gotong royong menjadi satu-satunya cara warga mendapatkan akses jalan yang layak.