Menu Tutup

Wisuda Purnabakti Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Surabaya, Menutup Masa Bakti dengan Kehormatan dan Keteladanan

Spread the love

WASP76NEWS.COM|| Surabaya – Pengadilan Tinggi Surabaya menyelenggarakan Wisuda Purnabakti bagi tiga Hakim Tinggi yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai penegak hukum. Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Puji Harian, S.H., M.Hum., serta dihadiri para hakim tinggi, hakim ad hoc, pejabat struktural dan fungsional, aparatur peradilan, keluarga, serta tamu undangan.

Dalam prosesi tersebut, tiga Hakim Tinggi yang memasuki masa purnabakti, yakni Bambang Sutopo, S.H., M.H., Jony Aswar, S.H., dan Frangky Tambuwun, S.H., M.H., menerima penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah mereka persembahkan bagi lembaga peradilan, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Puji Harian, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa setiap perjalanan pengabdian seorang hakim merupakan catatan sejarah yang sarat dengan nilai perjuangan, integritas, dan tanggung jawab dalam menegakkan hukum dan keadilan.

«”Hari ini bukan sekadar mengakhiri masa kedinasan, tetapi juga menjadi penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Pengabdian para hakim purnabakti telah meninggalkan jejak keteladanan yang akan selalu menjadi inspirasi bagi seluruh insan peradilan. Kami mendoakan semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purnabakti.”»

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kejujuran, independensi, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan para hakim senior merupakan warisan yang harus terus dijaga oleh generasi penerus demi terwujudnya lembaga peradilan yang agung dan dipercaya masyarakat.

Mewakili para hakim purnabakti, Bambang Sutopo, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengabdi di dunia peradilan serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Surabaya.

«”Menjadi hakim adalah kehormatan sekaligus amanah yang kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan Pengadilan Tinggi Surabaya. Semoga silaturahmi tetap terjalin dan semangat untuk menegakkan keadilan terus tumbuh dalam diri setiap insan peradilan.”»

Sementara itu, Jony Aswar, S.H., mengungkapkan bahwa keberhasilan seorang hakim bukan hanya diukur dari banyaknya perkara yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

«”Jagalah integritas dalam setiap langkah. Sebab, kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar yang harus terus dipelihara oleh setiap penegak hukum.”»

Hal senada disampaikan Frangky Tambuwun, S.H., M.H., yang mengajak seluruh aparatur peradilan untuk terus mengedepankan nilai-nilai profesionalisme dan pengabdian.

«”Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada bangsa tidak pernah berhenti. Teruslah bekerja dengan hati, menjunjung tinggi etika profesi, serta menjadikan keadilan sebagai tujuan utama dalam setiap pengabdian.”»

Prosesi wisuda purnabakti ditutup dengan pemberian cinderamata dan penghormatan kepada para hakim purnabakti sebagai simbol penghargaan atas dedikasi mereka selama bertugas. Suasana haru yang menyelimuti acara menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilandasi integritas, kejujuran, dan ketulusan akan selalu dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga marwah lembaga peradilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *