WASP76NEWS.COM|| Sidoarjo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, di halaman Rutan. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran petugas pemasyarakatan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak serta menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya perlindungan dan masa depan generasi penerus bangsa.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, termasuk memberikan perhatian terhadap hak anak yang memiliki orang tua sedang menjalani masa pidana.
Dalam amanatnya, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengajak seluruh petugas untuk menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai pengingat akan pentingnya menjaga masa depan generasi bangsa melalui pengabdian yang penuh integritas dan kepedulian.
“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak tumbuh, berkembang, memperoleh kasih sayang, serta masa depan yang baik. Sebagai insan pemasyarakatan, kita memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang humanis dan mendukung proses pembinaan, sehingga warga binaan dapat kembali ke tengah keluarga sebagai pribadi yang lebih baik demi masa depan anak-anak mereka,” ujar Tristiantoro.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng, Hengki Giantoro, menegaskan bahwa terciptanya lingkungan rutan yang aman dan tertib merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap keberhasilan proses pembinaan.
“Keamanan yang kondusif menjadi fondasi agar seluruh program pembinaan berjalan optimal. Dengan pembinaan yang baik, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki diri dan kembali menjalankan perannya sebagai orang tua yang bertanggung jawab ketika kembali ke masyarakat,” kata Hengki Giantoro.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, Rutan Kelas I Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembinaan yang berdampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga dan masa depan anak-anak Indonesia.