Menu Tutup

Tiga Pekan Pasca Kebakaran, Nasib 214 Motor Karyawan PT Arami Jaya Masih Menggantung

WASP76NEWS.COM||PURWOREJO – Hampir tiga pekan berlalu sejak kebakaran hebat melanda area parkir karyawan PT Arami Jaya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada 14 Mei 2026. Namun hingga kini, ratusan pekerja yang menjadi korban masih menunggu kejelasan terkait penggantian kerugian atas 214 unit sepeda motor yang terbakar di area parkir perusahaan.

Peristiwa yang terjadi di area parkir resmi PT Arami Jaya, Jalan Daendels, Awu-Awu I, Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag itu menghanguskan kendaraan milik karyawan yang saat kejadian sedang menjalankan aktivitas kerja di dalam pabrik.

Salah seorang karyawan yang motornya ikut terbakar dan meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk maupun besaran ganti rugi yang akan diberikan perusahaan.

“Kami berharap motor yang terbakar bisa diganti 100 persen. Motor itu kami gunakan untuk bekerja dan kebutuhan sehari-hari. Sampai sekarang belum ada titik terang,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, pascakebakaran telah dilakukan sedikitnya empat kali pertemuan atau mediasi antara perwakilan karyawan dan pihak perusahaan. Namun seluruh proses tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang memuaskan para korban.

“Kami sudah empat kali berunding. Informasinya perusahaan hanya akan memberikan bantuan, tetapi nominal maupun bentuk bantuannya sampai sekarang belum jelas,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti minimnya fasilitas keselamatan di lokasi parkir. Berdasarkan keterangannya, area parkir yang dikelola oleh perusahaan tersebut tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran saat insiden terjadi.

“Setahu kami di area parkir tidak ada alat pemadam kebakaran. Padahal kendaraan yang parkir jumlahnya sangat banyak,” katanya.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan di kalangan pekerja mengenai standar keamanan di area parkir yang menjadi tanggung jawab pengelola.

Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (3/6/2026), petugas keamanan PT Arami Jaya, Suherman, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kebakaran tersebut. Ketika diminta mempertemukan awak media dengan pihak manajemen yang berwenang memberikan keterangan, ia hanya menjawab singkat, “Saya tidak berani, Mas.”

Sementara itu, Kepala Desa Harjobinangun, Wuryanto, berharap perusahaan segera memberikan penyelesaian yang adil bagi para pekerja terdampak.

Menurutnya, kebakaran tersebut memang merupakan musibah yang tidak diinginkan siapa pun. Namun di sisi lain, perusahaan juga perlu memberikan perhatian serius terhadap nasib karyawan yang kehilangan kendaraan mereka saat sedang bekerja.

“Karyawan merupakan aset penting perusahaan. Karena itu, mereka berhak mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang layak,” ujar Wuryanto.

Ia menjelaskan, hingga saat ini puluhan karyawan terdampak telah didata dan nilai kerugian masih terus diinventarisasi. Pemerintah desa juga berupaya menjembatani komunikasi antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Karyawan berharap ada penggantian motor sesuai harga pasaran terkini,” tegasnya.

Ironisnya, hingga memasuki bulan Juni, ratusan korban masih berada dalam ketidakpastian. Sebagian harus meminjam kendaraan milik keluarga, sementara yang lain terpaksa mencari alternatif transportasi untuk tetap bisa bekerja.

Para korban kini menaruh harapan besar agar perusahaan segera mengambil langkah konkret dan memberikan kepastian atas nasib 214 kendaraan yang hangus terbakar di area parkir yang berada dalam pengelolaan perusahaan. Bagi para pekerja, persoalan ini bukan sekadar kehilangan sepeda motor, melainkan menyangkut alat utama penunjang ekonomi keluarga mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *