WASP76NEWS.COM||Magelang – Dalam menyambut HUT RI ke 80, Muh. Edi Suryanto ulama karismatik asal Purworejo yang dikenal luas dengan sebutan Kyai Merah, mengumumkan niatnya melakukan 80 kali putaran di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai doa untuk Indonesia yang genap berusia 80 tahun. 17/08/2025.
Ritual tersebut tidak dimulai langsung dari Jakarta. Kyai Merah memilih Gunung Tidar, Magelang yang dikenal sebagai “pakunya Tanah Jawa” sebagai titik awal perjalanan spiritualnya. Dari magelang, ia akan menuju ibu kota dan menuntaskan niatnya dengan melingkari Monas, ikon kebangsaan yang berdiri di jantung Jakarta.
“Gunung Tidar adalah poros spiritual Jawa, sementara Monas adalah simbol nasional. Menghubungkan keduanya adalah bentuk doa agar bangsa ini tetap kokoh dan bersinar di mata dunia,” kata Kyai Merah
Tradisi laku batin ini sejatinya bukan hal baru bagi Kyai Merah. Selama dua dekade terakhir, ia kerap melakukan ritual berjalan kaki, tirakat, dan doa di titik-titik penting sejarah Nusantara. Namun, ia menegaskan bahwa 80 putaran Monas kali ini adalah yang paling besar dan berat sepanjang perjalanan spiritualnya.

Selain mendoakan kemerdekaan, Kyai Merah juga menyelipkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap kesehatan Presiden terjaga hingga mampu menuntaskan masa jabatannya dengan baik. “Kepemimpinan nasional yang kuat adalah syarat utama agar doa-doa rakyat bisa terjawab,” ujarnya.
Puluhan santri dan simpatisan dari Purworejo, Magelang, hingga Jakarta disebut akan ikut mendampingi. Mereka akan berjalan bersama, mengumandangkan doa dan shalawat sepanjang putaran. Menurut panitia, laku ini tidak dimaksudkan sebagai tontonan, melainkan pengingat spiritual di tengah perayaan kemerdekaan yang kerap identik dengan hingar-bingar karnaval.
Di media sosial, rencana ini memantik reaksi beragam. Ada yang menyebut langkah Kyai Merah sebagai simbol cinta tanah air yang unik, sementara sebagian lain mempertanyakan relevansi ritual tersebut dengan kondisi bangsa saat ini.
Meski begitu, Kyai Merah tetap tenang. Ia menyebut kritik sebagai bagian dari dinamika bangsa yang demokratis. “Doa adalah jalan sunyi. Hasilnya tidak selalu tampak, tapi getarannya bisa menjaga negeri ini,” ucapnya.
Jika rencana berjalan lancar, Kyai Merah akan memulai putaran tepat pukul 10.00 WIB, bertepatan dengan detik-detik proklamasi hari ulang tahun kemerdekaan ke-80. Siang sampai malam Jakarta akan menjadi saksi perpaduan antara doa, laku spiritual, dan perayaan nasional.