WASP76NEWS.COM||Purworejo – Dr. Dony Prihartanto, M.P.H., saat menyampaikan capaian rumah sakit dan fokus pengembangan tahun 2026. RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo mencatatkan kinerja positif dari tahun 2025, baik dari sisi keuangan maupun pelayanan kesehatan. Selasa, 06/01/2026.
Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo, Dr. Dony Prihartanto, M.P.H. bersama Kepala Bagian Sekretariat RSUD RAA Tjokronegoro, Heru Agung P.
Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, baik dari sisi keuangan maupun pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, kinerja RSUD di tahun 2025 berjalan dengan baik. Kinerja keuangan mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2024. Dari sisi pelayanan, baik rawat inap maupun rawat jalan, juga mengalami peningkatan volume pelayanan,” terang Dr. Dony.
Tren peningkatan tersebut terjadi secara konsisten sejak tahun 2022 hingga 2025. Pada pelayanan rawat inap, terjadi kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat okupansi tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pada tahun 2025 tercatat di angka 60,25 persen, tambahnya.
RSUD R.A.A. Tjokronegoro juga telah menyelesaikan renovasi ruang rawat inap pada tahun 2025, sehingga kini telah memenuhi standar ruang rawat inap nasional. Seiring dengan peningkatan fasilitas, jumlah kunjungan pasien pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Dalam rangka peningkatan layanan, RSUD R.A.A. Tjokronegoro menambah sejumlah pelayanan baru, di antaranya membuka layanan dokter spesialis paru.
Untuk poli dengan tingkat kunjungan tinggi seperti penyakit dalam, bedah, dan saraf, manajemen juga melakukan penambahan tenaga dokter serta sarana dan prasarana penunjang.
Saat ini, poli penyakit dalam membuka dua layanan pada pagi hari dan satu layanan pada sore hari guna mengakomodasi tingginya jumlah pasien.
Memasuki tahun 2026, dr. Dony menyampaikan bahwa RSUD R.A.A. Tjokronegoro memiliki tiga fokus utama. Pertama, menyiapkan diri menghadapi perubahan sistem rujukan nasional dari Kementerian Kesehatan yang berbasis kompetensi, bukan lagi klasifikasi rumah sakit.
“Klasifikasi rumah sakit yang sebelumnya A, B, C, dan D, ke depan akan berubah menjadi kompetensi dasar, madya, utama, dan paripurna. Tahun 2026 ini semua rumah sakit sedang fokus memenuhi syarat kompetensi tersebut, termasuk RSUD Cokro,” jelasnya.
Fokus kedua adalah penguatan layanan unggulan rumah sakit, khususnya di bidang bedah, yang telah mulai dikembangkan sejak tahun 2025 dan akan terus dieksplorasi lebih lanjut.
Sementara fokus ketiga adalah persiapan akreditasi rumah sakit yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026.
Di bidang pelayanan saraf, RSUD R.A.A. Tjokronegoro juga berencana membuka ruang khusus penanganan stroke, mengingat tingginya jumlah kasus stroke yang ditangani. Ruangan tersebut akan dilengkapi dengan SDM yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Selain itu, rumah sakit juga akan mengembangkan layanan penanganan nyeri kronis yang dikelola bersama dokter saraf dan dokter anestesi, termasuk rencana pengembangan layanan terkait hipertensi.
Untuk layanan jantung, RSUD R.A.A. Tjokronegoro telah memiliki tenaga dokter spesialis serta peralatan diagnostik yang cukup lengkap, seperti ekokardiografi (USG jantung) dan treadmill.
Dari sisi kemudahan layanan, sistem teknologi informasi rumah sakit terus ditingkatkan. Pendaftaran pasien kini dapat dilakukan melalui Mobile JKN maupun secara offline. Pasien yang mendaftar secara online sudah langsung mendapatkan nomor antrean poli, sehingga tidak perlu lagi mengantre lama di loket pendaftaran.
Rumah sakit juga menyediakan anjungan pendaftaran mandiri untuk mempercepat pelayanan. Sebagai bentuk pelayanan sosial, RSUD R.A.A. Tjokronegoro juga menyediakan layanan antar pulang gratis bagi pasien kelas III yang tidak memiliki sarana transportasi setelah menjalani perawatan.
“Dengan tren pelayanan yang terus meningkat, kami berharap kepercayaan masyarakat kepada RSUD Cokro semakin kuat. Ke depan kami juga terus berupaya meningkatkan sarana prasarana serta kompetensi rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkas Dr. Dony.