WASP76NEWS.COM||Purworejo – Dinamika polemik duaualisme kepemimpinan PBNU antara kubu Ketua Umum Mandataris Muktamar Gus Yahya Cholil Staquf dengan PJ Ketua Umum hasil rapat pleno Syuriah di Hotel Sultan KH. Zulva Mustofa yang semakin meruncing membuat para Pengurus Ranting NU se Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo berkumpul dan mengambil sikap bersama di gedung MWC NU Jumat, 12/12/2025.
Beberapa Point Pernyataan sikap tersebut yang dibacakan oleh Gus Emha Saiful Mujab itu adalah Menolak hasil sidang Pleno Hotel Sultan yang diselenggarakan oleh Rois Aam KH. Miftakhul Akhyar sekaligus menolak pengangkatan KH. Zulva Musthofa sebagai PJ Ketua Umum karena dinilai cacat konstitusi organisasi melanggar AD/ART NU.
Selanjutnya Forum Pengurus Ranting NU hanya mengakui dan tunduk terhadap kepengurusan hasil Mandataris Muktamar ke 34 di Lampung hingga akhir masa jabatan atau diselenggarakannya Muktamar berikutnya.
Menurut Gus Emha Saiful Mujab, sikap ini diambil karena dinamika dualisme kepemimpinan PBNU ini sangat mengganggu stabilitas organisasi dan menjadi preseden buruk untuk NU kedepan.
Kami semua mendesak kepada dua kubu untuk segera melakukan rekonsiliasi agar situasi NU kondusif dan kembali fokus Berkhidmah Lil Ummah.
Sementara itu Rois Syuriah MWC NU Bener KH Rofiq Chusnudin yang hadir didampingi Ketua Tanfidziah Kyai Muhammad Fadhil, Sekretaris Kyai Ahmad Tolbi dan Bendahara MWC Kyai Nur Adzim mengatakan bahwa didalam konstitusi NU tidak ada aturan pemecatan oleh Rais Aam terhadap Ketua Umum. Sebab dua-duanya merupakan satu paket kepemimpinan yang dipilih forum Muktamar.
Menurutnya, NU sebagai Organisasi terbesar di Dunia memiliki peran sangat besar dalam menjaga tatanan social society tetapi juga punya dampak besar apabila NU terjebak dalam konflik berkepanjangan. Jelasnya dengan nada prihatin
Dalam pertemuan tersebut juga diadakan sosialisasi Dompet Peduli Bencana yang nantinya akan disalurkan melalui system yang terintegrasi secara nasional dengan PBNU. ( IP )