Menu Tutup

Aksi “Berbagi Senyum” Libatkan Media dan APH, Hadirkan Kebahagiaan untuk Dhuafa

WASP76NEWS.COM||JawaTimur — Dengan semangat kepedulian tanpa batas dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2025, para awak media menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Senyum untuk Dhuafa”, sebuah gerakan kemanusiaan yang bertujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu. Aksi ini tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan kuat dari Satlantas Polres Tulungagung, Satreskrim Macan Agung, Rutan Kelas I Surabaya, BPBD Jawa Timur serta beberapa media antara lain kin.co.id, suaraindependentnews.id, suaralintas.id dn wasp76news.com. Sabtu, 15/11/2025.

 

Sejak pagi, para jurnalis dan relawan bergerak menuju pemukiman warga untuk membagikan paket sembako dan kebutuhan pokok. Senyum haru dan ucapan terima kasih dari para penerima menjadi gambaran jelas bagaimana bantuan sederhana dapat memberi arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H. menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan media dalam membangun kepedulian sosial.

“Kami mendukung penuh kegiatan kemanusiaan seperti ini karena mampu mempererat hubungan antara aparat, media, dan masyarakat,” ujarnya.

Kapala Kesatuan Pengamanan Rutan medaeng Surabaya Hengki Giantoro menambahkan bahwa dukungan mereka merupakan wujud komitmen lembaga pemasyarakatan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menilai kegiatan semacam ini menjadi bentuk nyata sinergi antara elemen masyarakat, pers, dan instansi pemerintah yang peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Sementara itu, perwakilan awak media Bang Ikin selaku Ketua PPRI menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian bantuan, tetapi juga ajakan moral agar semangat gotong royong dan solidaritas sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.

Dukungan dari Rutan Surabaya dan BPBD Jawa Timur turut memperkuat pesan bahwa setiap institusi memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

Melalui kegiatan “Berbagi Senyum untuk Dhuafa” ini, para peserta berharap semangat empati dan kebersamaan dapat terus ditularkan, menjadikan gerakan sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tradisi kepedulian yang berkelanjutan.

Ketua Yayasan Keadilan dan Edukasi Hukum Nasional (LKHN) Yusron Mustofa Kegiatan “Berbagi Senyum untuk Dhuafa” ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas profesi — antara jurnalis, aparat penegak hukum, relawan, dan instansi pemerintah — mampu menghadirkan dampak positif bagi sesama.

Dengan semangat kepedulian dan kebersamaan, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.

Perwakilan awak media menuturkan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers kepada masyarakat yang selama ini menjadi sumber informasi dan inspirasi dalam pemberitaan.

“Kami ingin hadir bukan hanya membawa kamera dan mikrofon, tapi juga membawa kepedulian,” ungkapnya.

Sementara itu, dukungan penuh dari Satlantas Polres Tulungagung dan sejumlah instansi lain menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dapat menghadirkan banyak kebaikan. Aparat, media, dan masyarakat bisa bersatu dalam langkah yang sama: menebarkan manfaat.

Selain berbagi bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan rasa kemanusiaan. Semua pihak berharap aksi seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi menjadi agenda sosial yang berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai elemen, pesan yang diusung menjadi sangat jelas: kita semua dapat menjadi sumber senyum bagi mereka yang membutuhkan.

Sementara itu Direktur wasp76news.com Wawan Sorya Pancoro dari Purworejo Jawa Tengah berharap,”kegiatan ini tidak hanya di Jawa Timur saja, kedepannya akan diusahakan untuk dilaksanakan di kabupaten Purworejo”. ( Redaksi ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *